Tuesday, February 28, 2006

Where am I?

Where am I?
Pertanyaan ini terinspirasi dari film Jackie Chan "Who Am I?"
dan mencuat ketika berbicara tentang posisi. Berbicara tentang posisi brarti berbicara tentang relativitas dimana letak sebuah benda terhadap titik referensinya. Posisi menandakan letak sesuatu di sebuah ruang berdimensi 2 atau 3 atau N. Dalam ilmu pemasaran, mengetahui posisi relatif dalam ruang dimensi dan posisi relatif dengan benda lain berkaitan dengan Brand Position.

Brand dipetakan dalam ruang berdimensi N yang terkonstruksi oleh brand image dan brand ascociation. Bagaimana brand dipersepsikan oleh konsumen diukur dan divisualisasikan dalam koordinat dengan sumbu roduct attribut yang dianggap penting. Biasanya hanya dua dimensi, karena dimensi lebih akan menyebabkan kesulitan lain untuk visualisasi dan interprestasi.

Seharusnya pertanyaan tadi berimplikasi dengan pertanyaan "Where am I supposed to be?" yaitu bagaimana seharusnya brand tersebut diletakkan dalam koordinat product attribute yang menjadi garis ideal persepsi konsumen dan posisi relatif terhadap kompetitor.Persepsi ini dibentuk oleh product attribute yang dianggap penting bagi konsumen dalam pikirannya. It's a mind game istilah populernya.

Nah, untuk mengkonstruksi brand positioning index ini beragam caranya. Mulai dari factor analysis untuk mereduksi data dengan tujuan mengelompokkan beberapa atribut menjadi dimensi atau faktor. Setelah faktor tersebut terbentuk, rating dari brand ini dapat digunakan untuk membentuk perceptual map.
Kemudian memakai diskriminant analysis, teknik yang mirip dengan factor tetapi digunakan untuk mereduksi atribut produk menjadi beberapa dimensi dan melihat perbedaan antar brand. Atau dengan menggunakan multidimensional scaling dimana dapat dipetakan secara spasial dan merefleksikan kedekatan ataupun perbedaan antar brand.

Model pengukuran yang dikembangkan oleh lancaster (1979) memasukkan 3 komponen dalam menyusun brand positioning:
- Perceived level of the product attribute of brand
- The budget constraint (dianggap sebagai efisiensi frontier)
- Indifference curve of consumer or segments of consumers.
Bagaimana kesulitannya untuk membuat brand positioning index and measurement ini? salah satunya adalah proses membagi segmen yang dianggap merepresentasikan sebuah kelompok yang memiliki kesamaan. Padahal ada beberapa industri yang tidak memiliki batasan yang tegas.
Apakah pengukuran ini dapat dinamis dalam artian model matematiknya dapat disimulasi pada rentang waktu tertentu tanpa harus melakukan pengambilan sample setiap saat?
hhmm....bagaimana menurut anda?:D
=

0 Comments:

Post a Comment

<< Home