Tuesday, February 28, 2006

Load Management

Load Management: Mengapa airlines harus menerapkan manajemen distribusi beban?

Bagi orang awam, mungkin beban yang meliputi penumpang dengan bagasinya ditambah kargo dapat ditaruh sembarangan didalam pesawat. Harus dipahami bahwa dalam pesawat ada dua titik referensi yang harus diperhatikan: Titik tangkap aerodinamik dan pusat gravitasi (CG:center of gravity).
Hukumnya sederhana, CG harus berada didepan titik tangkap aerodinamik.

Jika paradigmanya hanya karena aman, airlines akan menaruh beban agar konfigurasinya stabil bagi pesawat. Cilakanya, jika terlalu depan, pesawat menjadi terlalu stabil sehingga fuel yang dibutuhkan lebih boros.

Sebagai gambaran:
Pesawat Boeing 737-300 untuk satu jam terbang.
Misal take off CG Point jika dipasang pada 20% mac (Mean Aerodinamic Chord) awalnya dan dimundurkan hingga 30% mac dapat menghemat thrust sebesar 425,9 N atau setara dengan penghematan trip fuel sebesar 28,7 kg atau 1,06% dari trip fuel satu jam terbang yang berkisar 2700 kg.

Keterangan:
mac = Mean aerodinamic chord
trip fuel = Banyaknya fuel yang dibakar dan dibutuhkan untuk terbang
Thrust = gaya dorong pesawat

Penghematan 28,7 kg/jam terbang. Dengan asumsi harga fuel Rp.5000 perliter,
Jika ada 10 jam perhari dengan 30 hari operasi, biaya yang dapat dipangkas sekitar 55 juta rupiah lebih.
yah, lumayan untuk menggaji dua orang seperti saya perbulan:D


=

0 Comments:

Post a Comment

<< Home