Tuesday, February 28, 2006

Fuel Management

Setiap beban yang dibawa oleh pesawat berimplikasi pada banyaknya fuel yang dibutuhkan. Artinya bahwa, penambahan beban yang tidak seperlunya ada merupakan sebuah pemborosan.
Darimanakah ini datangnya? Tidak mungkin kita mengurangi kargo atau penumpang karena mereka membayar.Yang tidak membayar bisa saja penumpang gelap yang sembunyi di landing gear seperti yang terjadi tahun 90-an, atau dari fuel yang berlebih karena ketidak akuratan perhitungan.

Menghitung fuel yang diangkut (uplift) meliputi:
Block fuel = Trip fuel+ holding (45') + Alternate fuel + Holding (30') + approach & taxi
Alternate fuel merupakan besarnya fuel burn untuk terbang ke bandara alternatif jika bandara tujuan karena satu dan lain hal tidak dapat didarati seperti ada cuaca buruk atau lainnya. Holding adalah saat pesawat disuruh muter muter diatas landasan karena belum diijinkan mendarat.

Sebagai gambaran:
Pesawat 737-300 untuk terbang ke Surabaya (kurang lebih satu jam penerbangan) dengan mengangkut load 12.000kg. Fuel yang dibakar (fuel burn) sekitar 6493 lb. Block fuel 14.286 lb.
Jika load bertambah 100kg menjadi 12.100kg Fuel yang dibakar sekitar 6499 lb dan block fuel 12.297 lb.
Apabila diasumsikan bahwa penambahan 100kg merupakan fuel yang disebabkan ketidak akuratan perhitungan, fuel yang terbakar bertambah 5 - 6 lb.
Bayangkan jika yang berlebih bukan saja 100kg, tetapi 1000kg dikalikan dengan jam terbang yang dilayani 1000 jam perbulan, dikalikan dengan harga fuel Rp 5000 per liter.
Tentu saja efisiensi yang diperoleh bisa sangat besar.

Ilustrasi dengan kondisi saat ini:
Pesawat Boeing 737-200 untuk terbang dari Jakarta ke Medan dengan maksimum load (MTOW) biasanya mengangkut fuel sebesar 10.500 - 11.000 kg. Padahal, actual fuel burn sekitar 5700 kg. Jika dengan perhitungan hanya sekitar 5400kg dan block fuel 8800 kg. ada kelebihan sekitar 1800 kg fuel yang seharusnya tidak dibawa. Hal ini mengakibatkan tambahan fuel sebesar 250 kg.
Berarti ada tambahan biaya yang seharusnya tidak terjadi sebesar 1.7 juta rupiah per 2 jam.
DIakulumasi perbulan dengan utilisasi 8 jam saja dapat mencapai 200 an juta rupiah (terbakar percuma).
Wow....



=

0 Comments:

Post a Comment

<< Home